Itkontama Travel

Tangerang, itkontamatravel.id – Keutamaan zikir dan pahala ini merupakan penyemangat kita dalam rangka menjaga lisan dengan berzikir, mengingat Allah saja. 

Apa saja pahala dan keutamaan zikir ? simak selengkapnya. 

1. Zikir adalah ibadah yang paling utama

Pernah kita dengar hadits berikut ini yang menggambarkan keutamaan zikir ? 

Diriwayatkan dari Abu Darda’ Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

أَلاَ أُنَبِّئُكُمْ بِخَيْرِ أَعْمالِكُمْ ، وَأَزْكَاهَا عِنْدَ مَلِيكِكُمْ ، وَأَرْفَعِهَا فِي دَرَجَاتِكُمْ ، وَخَيرٍ لَكُمْ مِنْ إنْفَاقِ الذَّهَبِ والفِضَّةِ ، وَخَيْرٍ لَكُمْ مِنْ أَنْ تَلْقَوا عَدُوَّكُمْ فَتَضْرِبُوا أعْنَاقَهُمْ وَيَضْرِبُوا أعْنَاقَكُمْ ؟ )) قَالَوا : بَلَى ، قَالَ : (( ذِكْرُ الله

“Maukah kalian kutunjukkan amal terbaik, terbersih di sisi tuhan kalian, tertinggi derajatnya, serta lebih baik daripada infak dengan emas dan perak, bahkan lebih baik daripada bertemu musuh (dalam jihad) lalu kalian dan mereka saling menebas leher ?” Para sahabat menjawab, “Tentu mau.” Beliau bersabda, ‘Dzikrullah (zikir kepada Allah).” (HR. Tirmidzi no. 3377, Ibnu Majah no. 3790)

Hadits di atas menunjukkan bahwa zikir lebih utama dari semua amalan sunah lainnya termasuk berperang di jalan Allah. Namun, zikir seperti apa yang lebih utama dari jihad ? jawabannya mungkin bisa terungkap dalam hadits berikut ini, 

Dari Abu Hurairah ra yang menceritakan bahwa orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka mengadu, “Orang-orang kaya telah mendapatkan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang lestari.” 

Rasulullah bertanya, “Kenapa bisa begitu?”

Mereka berkata, “Mereka juga shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa layaknya kami puasa, tapi mereka bisa bersedekah sedangkan kami tidak, mereka bisa memerdekakan budak sedang kami tidak.”

Rasulullah berkata, “Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang bisa melampaui amalan orang sebelum dan sesudah kalian, dan tak ada yang bisa melampaui amal kalian itu kecuali orang yang mengamalkan amalan yang sama?”

Mereka berkata, “Tentu ya Rasulullah.”

Beliau melanjutkan, “Hendaklah kalian bertasbih, bertakbir dan bertahmid tiap kali selesai shalat sebanyak 33 kali.”

Abu Shalih (perawi dari Abu Hurairah) menambahkan, “Lalu orang-orang miskin dari kalangan Muhajirin tadi kembali mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam dan mengadu, “Ya Rasulullah, teman-teman kami orang-orang kaya ini mengetahui apa yang kami amalkan dan mereka mengamalkannya juga.”

Akhirnya Rasulullah bersabda, “Yah, itulah keutamaan yang Allah berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.” (HR. Muslim no. 595 dengan redaksi di atas dan Al-Bukhari no. 843 tanpa tambahan dari Abu Shalih). 

Maka berlomba-lombalah dalam mengerjakan yang sunah. Karena setiap kebaikan akan Allah balas dengan kebaikan pula dan begitupun sebaliknya. 

2. Zikir adalah amalan penutup hidup yang paling dicintai Allah

Sebagaimana dalam hadits Mu’adz yang menceritakan, “Sesungguhnya akhir percakapanku dengan Rasulullah adalah ketika aku bertanya, “Ya Rasulullah, amal apakah yang paling disukai Allah?” beliau menjawab, “Engkau mati dan lidahmu masih saja basah karena berzikir kepada-Nya.” (HR. Ath-Thabarani dalam Al-Kabir, Ibnu Hibban no. 818 dan Ibnu Abi Ad-Dunya)

3. Allah selalu bersama orang yang berzikir

Sebagaimana hal ini dijelaskan oleh Allah dalam hadits qudsi, antara lain :

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalllam bersabda, Allah Subhanallahu wa Ta’ala berfirman, “Aku sesuai prasangka hamba-Ku pada-Ku, dan Aku selalu bersamanya selama ia senantiasa berzikir kepada-Ku. Jika ia menyebut-Ku dalam dirinya Aku akan menyebutnya dalam diri-Ku. Jika ia menyebut-Ku di hadapan orang banyak, Aku akan menyebutnya di hadapan kumpulan yang lebih baik (para malaikat). Jika ia mendekat pada-Ku sejengkal, Aku akan mendekat padanya sehasta. jika ia mendekat pada-Ku sehasta, Aku akan mendekat padanya sedepa. Jika ia mendatangiku dengan berjalan Aku akan mendatanginya dengan berlari.” (HR. Bukhari no. 7405, Muslim no. 2675, At-Tirmidzi no. 3604, Ibnu Majah no. 3822)

Dari Abu Hurairah, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, “Aku bersama hamba-Ku selama ia berzikir pada-Ku dengan menggerakkan kedua bibirnya.” (HR. Ibnu Majah no. 3792)

4. Untuk yang selalu berzikir, Allah berikan ampunan dan pahala yang besar

Sebagaimana firman Allah dalam Quran Surat Al-Azhab ayat 35,

وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا…

yang artinya, “…Dan laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” 

5. Zikir membuat hati tenang

Allah berfirman dalam Quran surat Ar-Ra’d ayat 28 

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

yang artinya : “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”

6. Zikir bisa menyelamatkan kezaliman 

Ada orang yang tenggelam dalam perbuatan menzalimi dirinya sendiri. Kezaliman pada diri sendiri adalah semua perbuatan dosa, baik kecil maupun besar. Misalnya orang yang kecanduan narkoba, seks, nonton film porno, dll. Dan sangat susah melepaskan diri bila tingkatannya sudah mencapai kata “kecanduan”.

InsyaAllah dengan zikir hal itu dapat diatasi. Karena zikir dapat mendatangkan shalawat dari Allah dan para malaikat. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 41-43, 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا

وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.”

7. Dengan Zikir, Allah melepaskan hukuman dan teguran-Nya

Masih ingatkah kita dengan kisah Nabi Yunus ‘alaihissalam yang Allah tegur dengan dibuangnya belia ke laut dan dimakan ikan besar serta tingga di perut ikan, karena telah meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah, padahal Allah belum memerintahkan demikian. 

Allah mengabadikan kisah nabi-Nya yang mulia ini dalam firman-Nya dalam surat Ash-Shaffaat ayat 142-144 

فَٱلْتَقَمَهُ ٱلْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ

فَلَوْلَآ أَنَّهُۥ كَانَ مِنَ ٱلْمُسَبِّحِينَ

لَلَبِثَ فِى بَطْنِهِۦٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

yang artinya : “Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit.”

Firman-Nya lagi, 

وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَىٰ فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ ۚ وَكَذَٰلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ

yang artinya : “Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim. Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.”

Jika kita merasa diri ditegur Allah, karena telah melakukan kesalahan dan menzalimi diri sendiri maka berdoalah seperti doa yang diucapkan Nabi Yunus ‘alaihissalam.

Sumber : Thariqus Shalihin (Anshari Taslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *