Itkontama Travel

Tangerang, itkontamatravel.id – Secara umum dan setiap tahun, Idul Adha akan jatuh pada 70 hari setelah perayaan Lebaran atau Idulfitri. Jika sesuai perkiraan, salat Idul Adha di tahun ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 9 Juli 2022. Ini pun sekaligus menjadi libur nasional di Indonesia karena bertepatan dengan perayaan Hari Raya Haji.

Salat Idul Adha sendiri memiliki 2 rakaat yang dilakukan pagi hari seperti salat Idulfitri pada umumnya. Selain menambah pahala yang berlipat-lipat, melaksanakan salat dengan khusyuk juga akan memberikan inspirasi beribadah. Sebagimana ini yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim AS dan juga Nabi Ismail AS ketika merayakan Hari Raya Haji.

Menurut kepercayaan Islam, perayaan ini diawali ketika Nabi Ibrahim diberikan perintah untuk menyembelih putra kesayangannya, Ismail. Jadi, pada tanggal 10 Dzulhijjah setiap tahunnya, umat Muslim merayakannya dengan penyembelihan hewan kurban.

Niat dan bacaan shalat Idul Adha

Sebenarnya, tidak ada satupun lafaz niat sebelum salat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Karena niat beralas dari hati, sehingga saat melakukannya sudah sejalan dengan apa yang disebutkan di dalam hati.

Jika ada yang ingin membaca niat salat Adha, ini terbagi menjadi bacaan makmum dan seorang imam. Dikutip dari Zakat, berikut niat dan bacaan salat Idul Adha yang bisa diucapkan.

Niat Makmum:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah ta’ala.”

Niat Imam:

Sementara untuk niat dan bacaan salat Idul Adha bagi imam adalah sebagai berikut:

اُصَلِّى سُنُّةً عِيْدِ الْاَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا للهِ تَعَالَى

Usholli sunnatan ‘iidil adhaa rok’ataini mustaqbilal qiblati imaman lillaahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat salat sunah Idul Adha dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah ta’ala.”

Tata cara shalat Idul Adha

Umumnya, salat Idul Adha dikerjakan secara berjamaah. Setelah salat, kemudian khatib menyampaikan khotbah. Hal ini sama seperti saat akan melaksanakan salat Idulfitri karena sama-sama disebut dengan salat Id. Hal yang membedakan adalah jumlah takbir dalam salatnya.

Selain itu, jika dibandingkan dengan pelaksanaan salat Jumat, biasanya khotbahnya disampaikan terlebih dulu, setelah itu baru salat Jumat. Berikut ini adalah tata cara pelaksanaan salat Idul Adha, yakni sebagai berikut.

1. Tidak Ada Salat Qobliyah dan Ba’diyah

Tata cara salat Idul Adha yang pertama yakni tidak didahului dengan salat sunah qobliyah. Ini pun tidak pula diakhiri dengan salat sunah ba’diyah. Hal ini sebagaimana keterangan hadis dari Ibnu Abbas RA:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَرَجَ يَوْمَ أَضْحَى أَوْ فِطْرٍ فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلاَ بَعْدَهَا

Artinya: “Rasulullah SAW keluar pada hari Idul Adha atau Idulfitri, lalu beliau mengerjakan salat Id dua raka’at, namun beliau tidak mengerjakan salat qobliyah maupun ba’diyah.” (HR Bukhari dan Muslim)

2. Tidak Ada Adzan dan Tidak Ada Iqomah

Selanjutnya, salat Idul Adha tidak didahului dengan azan, tidak pula dengan iqomah seperti pada salat wajib. Hal ini sebagaimana keterangan dari hadis dari Jabir bin Samurah RA:

صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْعِيدَيْنِ غَيْرَ مَرَّةٍ وَلاَ مَرَّتَيْنِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ

Artinya: “Aku beberapa kali melaksanakan salat ‘ied bersama Rasulullah SAW, bukan hanya sekali atau dua kali, ketika itu tidak ada azan maupun iqomah.” (HR Bukhari dan Muslim).

3. Rukun Salat Idul Adha

Secara praktis, mengutip Bersama Dakwah, ada tata cara dan rukun salat Idul Adha yang bisa jadi panduan.

Berikut cara salat Idul Adha sesuai rukunnya, yakni sebagai berikut:

  • Niat salat (imam dan makmum).
  • Takbiratul ihram.
  • Takbir lagi (takbir zawa-id) sebanyak 7 kali. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Allah.
  • Membaca surat Al Fatihah dilanjutkan surat lainnya.
  • Rukuk dengan tuma’ninah.
  • Iktidal dengan tuma’ninah.
  • Sujud dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  • Bangkit dari sujud dan bertakbir.
  • Takbir zawa-id sebanyak 5 kali. Di antara takbir disunahkan membaca zikir memuji Allah.
  • Rukuk dengan tuma’ninah.
  • Iktidal dengan tuma’ninah.
  • Sujud dengan tuma’ninah.
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah.
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah.
  • Duduk tasyahud dengan tuma’ninah.
  • Salam.
  • Tertib melakukan rukun secara berurutan.

Setelah selesai melakukan seluruh tata cara salat, biasanya akan ada khotbah dan membahas tentang hukum-hukum kurban dan Idul Adha.

4. Membaca Zikir

Singkatnya yang berbeda dari salat lainnya adalah niat dan takbir zawa-id. Di antara setiap takbir zawa-id, dianjurkan membaca zikir dengan memuji Allah. Di antaranya dengan bacaan:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ

Subhanalloh wal hamdulillah wa laa ilaha illalloh wallohu akbar

Artinya: “Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada ilah kecuali Allah, Allah Maha Besar.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *