Itkontama Travel

Tangerang, itkontamatravel.id- puasa adalah menahan hawa nafsu dari terbit matahari sampai tenggelam matahari. Jadi, Anda tidak diperbolehkan makan dan minum selama berpuasa. Puasa merupakan rukun Islami ketiga, ibadah ini wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim.

Meski begitu, dalam ajaran agama Islam, tidak semua puasa wajib dikerjakan seperti puasa saat Ramadan. Ada pula puasa sunah yang bisa dikerjakan pada bulan atau hari lain, yang jika dikerjakan kita mendapat pahala dan jika ditinggalkan tidak akan mendapatkan dosa.

Secara hukum Islam, ada empat macam puasa yakni puasa wajib, puasa sunah, puasa makruh, dan puasa haram.

Jadi, tidak hanya puasa wajib yang dijalankan saat bulan Ramadan saja, tetapi ada beberapa macam puasa lain yang bisa dikerjakan.

Macam-Macam Puasa Wajib

1.) Puasa Nazar

Ketika memiliki keinginan yang tinggi, biasanya seseorang akan bernazar. Nazar secara bahasa memiliki arti janji. Biasanya seseorang akan berjanji untuk berpuasa jika mendapatkan sesuatu yang diingkan. Nah, saat sudah bernazar atau berjanji, puasa tersebut wajib untuk dilakukan.

2.) Puasa Ramadhan

Satu di antara momen yang dinanti umat Muslim, yaitu puasa Ramadan. Puasa Ramadan memiliki ketentuan dilaksanakan selama satu bulan.

Kewajiban melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 183 yang memiliki arti:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Ayat tersebut menjadi dalil Al-Qur’an yang menjelaskan bahwa umat Muslim diwajibkan untuk berpuasa.

3.) Puasa Denda atau Kifarat

Puasa ini dilakukan untuk menggantikan dan atau denda atas pelanggaran berhukum wajib. Satu di antara contoh pelaksanaan puasa denda adalah karena tidak melaksanakan puasa sehingga melakukan puasa denda bertujuan untuk menghapus dosa yang telah dilakukan.

Macam-Macam Puasa Sunah

1.) Puasa Senin-Kamis

Puasa yang satu ini mungkin sudah kerap Anda lakukan. Ya, puasa sunah di hari Senin dan Kamis menjadi satu di antara yang diajarkan Rasulullah saw. Dua hari ini bukan sekadar hari biasa. Sebab, Senin adalah hari kelahiran Nabi, sedangkan Kamis adalah hari pertama kali Al-Qur’an diturunkan.

2.) Puasa Daud

Untuk mempertebal keimanan, lakukan juga puasa Daud. Puasa ini mudah untuk dilakukan karena dilaksanakan secara berselang-seling. Jika hari ini Anda berpuasa, keesokan harinya tidak, lalu melanjutkan puasa kembali di hari berikutnya.

Pelaksanaan puasa daud bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud AS. Puasa jenis ini juga ternyata sangat disukai Allah Swt.

3.) Puasa Syawal

Setelah melewati bulan Ramadan, umat Muslim akan menyambut kedatangan bulan Syawal. Pada bulan ini, umat Muslim bisa melaksanakan satu di antara jenis puasa sunah, yaitu puasa Syawal.

4.) Puasa Arafah

Puasa arafah merupakan jenis puasa sunah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji. Sementara itu untuk umat Islam yang sedang berhaji, tidak ada keutamaan untuk puasa pada hari arafah atau tanggal 9 Dzulhijjah.

Satu di antara keistimewaan yang dirasakan orang berpuasa arafah adalah akan dihapuskan dosa-dosa pada tahun lalu serta dosa-dosa di tahun yang akan datang (HR. Muslim).

5.) Puasa Tarwiyah

Puasa tarwiyah merupakan puasa yang dilaksanakan pada hari tarwiyah yakni tanggal 8 Dzulhijjah.

Istilah tarwiyah berasal dari kata “tarawwa”, yang berarti membawa bekal air. Hal tersebut karena pada hari itu, para jamaah haji membawa banyak bekal air zam-zam untuk persiapan arafah dan menuju Mina.

6.) Puasa Sya’ban

Puasa sya’ban atau nisfu sya’ban tidak kalah istimewa. Pada bulan Sya’ban dianjurkan agar umat Islam mencari pahala sebanyak-banyaknya. Satu di antara keistimewaan dari bulan Sya’ban adalah waktu dinaikkan berbagai amalan manusia ke langit.

Sebagaimana yang diturukan dalam hadis dari Usamah bin Zaid, yang menanyakan alasan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat bersemangat melakukan puasa di bulan Sya’ban.

“Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, bulan Sya’ban, bulan antara Rajab dan Ramadan adalah bulan di saat manusia lalai. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah Swt., Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An-Nasa’i no. 2359). Al-Hafizh Abu Thahir menyebut hadis ini.

7.) Puasa Ayyamul Bidh

Ayyamul bidh memiliki arti hari putih karena pada malam-malam tersebut bulan purnama bersinar dengan sinar rembulannya yang putih. Puasa lebih utama dilakukan pada ayyamul bidh, yaitu pada hari ke-13, 14, dan 15 dalam bulan Hijriyah atau bulan pada kalender Islam.

8.) Puasa Muharram

Seperti namanya, puasa sunah ini dilakukan saat bulan Muharram. Puasa Muharram biasanya dilakukan pada tanggal 10 atau yang dikenal juga dengan nama Puasa Asyura.

Puasa Muharram memiliki keutamaan yang istimewa, yakni merupakan sebaik-baiknya puasa sunah, dapat menghapus dosa setahun yang lalu dan mendapatkan pahala dari Allah Swt.

9.) Puasa Awal Dzulhijjah

Puasa awal Dzulhijjah dilakukan pada tanggal 1-7 Dzulhijjah setiap tahunnya. Atau ada pula yang mengerjakannya hingga sepuluh hari berturut-turut.

Jangan lewatkan pelaksanaan puasa ini, sebab satu di antara keistimewaannya adalah mendapatkan pahala berlimpah dari Allah Swt., dicintai Allah Swt. dan dijauhkan dari siksa api neraka selama 70 tahun.

10.) Puasa ‘asyura

Di dalam bulan Muharram, terdapat hari istimewa yaitu hari ‘asyura, yang selalu diperingati pada 10 Muharram. Mendapatkan pengampunan dosa satu tahun yang lalu menjadi satu di antara keistimewaan puasa ‘asyura.

Abu Qotadah Al Anshoriy berkata, “Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ditanya mengenai keutamaan puasa Arafah? Beliau menjawab, “Puasa Arafah akan menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” Beliau juga ditanya mengenai keistimewaan puasa Asyura? Beliau menjawab, “Puasa ‘asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *