Itkontama Travel

Tangerang, itkontamatravel.id- Pernahkah ketika berkumpul di suatu komunitas kamu mendengar seseorang berkata kotor dan kasar? Pastinya kamu menyadari kalau berkata kasar itu tidak baik, demikian juga dengan berkata kotor. Lantas apa hukum berkata kotor dalam Islam?
Berkata kotor bisa menimbulkan kemarahan hingga dendam dari orang yang kamu kata-katai secara kasar. Berkata kotor juga tidak baik untuk diri sendiri karena kata-kata buruk mengandung energi negatif, yang jika dipelihara bisa berdampak buruk pada kondisi mental dan pikiran kita. Tidakkah kamu menyadari hal itu?
Dampak psikologi dari berkata kotor di depan orang lain ialah dapat membelokkan kepribadian orang yang menerima makian itu. Di samping itu, dalam agama kita dilarang berkata kotor apalagi memaki. Berikut adalah hadis yang membicarakan tentang hukum berkata kotor dalam Islam.
Allah SWT Tidak Menyukai Perkataan yang Buruk. Allah Ta’ala berfirman:
“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar.” (QS. An-Nisa’ [4]: 114)
Yang dimaksud dengan “bisikan-bisikan mereka” adalah ucapan (perkataan) manusia.
Allah Ta’ala juga berfirman:
“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (dizalimi). Allah itu Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. An-Nisa’ [4]: 148)
Sementara itu, Al Imam Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunnahnya, dimana Rasulullacah shallallahu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya tidak ada sesuatu apapun yang paling berat ditimbangan kebaikan seorang mu’min pada hari kiamat seperti akhlaq yang mulia, dan sungguh-sungguh (benar-benar) Allah benci dengan orang yang lisannya kotor dan kasar.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *