Itkontama Travel

Tangerang, itkontamatravel.id- Lailatul qadar adalah satu malam istimewa yang terjadi pada bulan Ramadan. Namun, Allah SWT merahasiakan waktu pasti datangnya malam lailatul qadar. Meski tak diketahui, terdapat sejumlah ciri-ciri malam lailatul qadar.

Ciri-ciri ini dapat menjadi tanda-tanda datangnya malam lailatul qadar yang banyak dinantikan umat Islam. Malam istimewa ini digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Berikut ciri-ciri datangnya malam lailatul qadar:

1. Udara dan angin sekitar terasa tenang

Sebagaimana hadis yang diriwayatkan Ibnu Abbas, Rasulullah SAW bersabda bahwa malam lailatul qadar ditandai dengan udara dan angin yang tenang.

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan,” bunyi hadis tersebut.

Hadis lain dari Ibnu Abbas juga mengungkapkan makna yang sama meski memiliki perbedaan bunyi.

“Malam Lailatul qadar adalah malam yang sejuk tidak panas dan tidak dingin, di pagi harinya cahaya mentarinya lembut dan berwarna merah,” bunyi hadis tersebut.

Kedua hadis di atas menunjukkan suasana ketika malam lailatul qadar yakni dari malam hari hingga menjelang fajar.

2. Pada malam hari langit nampak bersih

Di malam lailatul qadar, langit tampak bersih. Maksudnya, tidak tampak awan sedikit pun, suasana tenang dan sunyi, tidak dingin, dan tidak panas.

Hal tersebut berdasarkan pada dalil hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad. Dalam Mu’jam at-Thabari al-Kabir disebutkan bahwa, Rasulullah SAW bersabda:

“Malam lailatul qadar itu langit bersih, udara tidak dingin atau panas, langit tidak berawan, tidak ada hujan, bintang tidak nampak, dan pada siang harinya matahari bersinar tidak begitu panas,” hadis riwayat Ahmad.

3. Terbit matahari tidak menyengat

Ciri-ciri malam lailatul qadar lainnya adalah matahari yang tidak menyengat.

“Dari Ubaiy bin Ka’ab, Rasulullah bersabda, ‘Pagi hari dari malam lailatul qadar terbit matahari tidak menyengat bagaikan bejana, sampai meninggi,'” hadis riwayat Muslim, Ahmad, Tirmidzi, dan Abu Daud.

4. Malaikat turun membawa ketenangan

Di malam lailatul qadar, malaikat bakal turun ke bumi membawa ketenangan tersebut bagi orang-orang yang beriman.

5. Terjadi pada malam ganjil

Malam lailatul qadar terjadi pada malam ganjil sepuluh hari terakhir di bulan Ramadan yakni di antara malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29.

Sejumlah ulama berpendapat setiap umat Islam yang ingin mendapatkan keutamaan malam lailatul qadar sebaiknya beribadah dengan tekun tanpa harus mencari ciri-ciri malam lailatul qadar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *